Wakili Pekanbaru dalam Evaluasi Kinerja Kecamatan, Rumbai Masuk Nominasi -- selengkapnya... Jadwal Pengambilan BST Tahap 7 Bulan Oktober Bagi Warga di Kecamatan Rumbai -- selengkapnya... Camat Rumbai, Koramil, Kapolek Gelar Aksi Pembagian 1000 Masker, Guna Memerangi Pandemi COVID-19 -- selengkapnya... Santi Setyaningsih Salah Satu Kandidat Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Asal Rumbai -- selengkapnya... Walikota Pekanbaru Siap Berlakukan PSBM Dalam Waktu Dekat. Apa itu PSBM? -- selengkapnya... "Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang, tapi tanda untuk berjuang lebih keras. Selamat ulang tahun ke-75 untuk rakyat Indonesia." Kementerian Dalam Negeri Setujui Pemekaran Rumbai Menjadi Tiga Kecamatan -- selengkapnya... Penyerahan Paket Sembako dan Paket Sekolah dari Rumah Yatim Pekanbaru -- selengkapnya... Pemaparan Capaian Kinerja Perangkat Daerah oleh Kepala Perangkat Daerah Kota Pekanbaru -- selengkapnya... Oblrolan Inovasi Aparatur Perangkat Daerah Kota Pekanbaru (SiAPP) LIVE on Instagram -- selengkapnya... Sekitar 800 keping e-KTP Kecamatan Rumbai bakal diantar lewat POS dan dikirim ke Kelurahan -- selengkapnya... Layanan Kartu Keluarga, e-KTP dan Akta Kelahiran/Kematian dilakukan secara Online, ini petunjuknya -- selengkapnya... Camat Rumbai Lewat Program Geser Seru Salurkan Bantuan Bagi Terdampak Covid-19 -- selengkapnya...

INFO TERKINI

Sejarah Terbentuknya Provinsi Riau

01 Januari 2019 21:05:10  Administrator  525 Kali Dibaca  Sejarah
 
Awalnya, Riau merupakan kawasan yang berada di Provinsi Sumatera Tengah bersama Sumatera Barat dan Jambi. Sayangnya, pemekaran kawasan tersebut tidak berdampak signifikan bagi pembangunan Riau di berbagai sektor. Hingga akhirnya masyarakat Riau berinisiatif mendirikan provinsi baru, dan melepaskan diri dari provinsi Sumatera Barat dan Jambi.
 
Gerakan tersebut dimulai dengan Kongres Pemuda Riau (KPR) I pada tanggal 17 Oktober 1954 di Kota Pekanbaru. Kongres pertama tersebut menjadi momen awal terbentuknya Badan Kongres Pemuda Riau (BKPR) pada tanggal 27 Desember 1954. Selanjutnya, perwakilan BKPR berinisiatif menemui Menteri Dalam Negeri untuk mewujudkan otonomi daerah sebagai provinsi mandiri. Langkah besar ini pun sangat didukung oleh segenap masyarakat Riau.
 
Pada tanggal 25 Februari 1955, sidang pleno Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS) Bengkalis merumuskan bahan-bahan konferensi Desentralisasi /DPRDS/ DPDS se-Indonesia yang diadakan di Bandung tanggal 10 hingga 14 Maret 1955. Keputusan konferensi tersebut menyatakan bahwa Riau sah menjadi provinsi mandiri terhitung sejak 7 Agustus 1957.
 
Perkembangan Provinsi Riau selanjutnya diputuskan pada Kongres Rakyat Riau (KRR) yang diadakan pada tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 1956. KKR menjadi wadah bagi Provinsi Riau untuk menyatakan :
  • Keinginan agar Kabupaten Kampar, Bengkalis, Indragiri, dan Kepulauan Riau dijadikan daerah otonomi tingkat satu.
  • Niat supaya Bangsa Indonesia bersedia tinggal dan mencari nafkah di Riau tanpa memandang perbedaan suku.
  • Implementasi berbagai usaha untuk mewujudkan tujuan Provinsi Riau.
  • Tuntutan agar pembentukan Provinsi Riau disamakan dengan pembentukan berbagai provinsi di Aceh, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

Asal Mula Nama Riau

Ada tiga versi cerita yang dipercaya sebagai asal mula nama Riau. Menurut penuturan sastrawan Hasan Junus, versi pertama berasal dari toponomi Riau yang memiliki banyak sungai. Orang-orang Portugis pun sering menyebutnya dengan kata rio yang berarti sungai. Versi kedua adalah sebutan “riahi“ dari tokoh Sinbad Al-Bahar untuk suatu tempat di Pulau Bintan.
 
Sementara itu, versi ketiga menyatakan bahwa Riau berasal dari kata “rioh atau riuh“ yang artinya hiruk pikuk atau ramai orang bekerja. Konon kabarnya, pengucapan kata Riau berasal dari masyarakat setempat. Hal tersebut bermula dari pendirian negeri baru di Sungai Carang sebagai pusat kerajaan. Hulu sungai tersebut kemudian diberi nama Ulu Riau.

Jumlah Kota dan Kabupaten di Riau

Hingga saat ini Riau memiliki 12 kota dan kabupaten, yaitu:
  • Kota Pekanbaru (ibu kota provinsi)
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Kuantan Singingi
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Kepulauan Meranti

Mengenal Ragam Kebudayaan Riau

Budaya Riau terbilang unik karena sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu. Pada tahun 2018, ada 14 budaya asal Riau yang dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Keempat belas budaya Riau tersebut yaitu:
  • Silek (silat) Tigo bulan (Rokan Hulu)
  • Ratik Bosa atau Ratik Togak (Rokan Hulu)
  • Lukah Gilo Riau (Rokan Hulu)
  • Ghatib beghanyut (Siak)
  • Syair Siak Sri Indrapura (Siak)
  • Tari Gendong (Siak, Meranti, Bengkalis)
  • Kayat Kuansing atau Kayat Rantau Kuantan (Kuantan Singingi)
  • Nandung Indragiri Hulu (Indragiri Hulu)
  • Silat Pangean (Kuantan Singingi)
  • Belian (Pelalawan)
  • Basiacuong (Kampar)
  • Pantun Atui (Kampar)
  • Badondong (Kampar)
  • Kotik Adat Kampar (Kampar)

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Layanan Masyarakat Rumbai

    Silahkan datang ke-kecamatan untuk mendapatkan kode PIN Anda atau hubungi operator +6282384400377/WA

Arsip Artikel

Sinergi Program Rumbai

Vemi Herliza S.STP sebagai Camat Rumbai PNS Inspiratif Tahun 2020 mendapatkan Anugerah ASN PNS Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru Riau
Inovasi Lomak ngga bikin ribet kecamatan rumbai kota pekanbaru tahun 2020
Juara 1 Lomba Evaluasi Kinerja Kecamatan Terbaik se Kota Pekanbaru
pasien covid-19 dapat disembuhkan bangkitkan imun tubuh untuk melawan virus corona
Aplikasi Lapor (layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat) Kecamatna rumbai kota pekanbaru

Agenda Kecamatan Rumbai

Galeri Kecamatan Rumbai

Info Media Sosial Rumbai

Komentar Terkini