Wakili Pekanbaru dalam Evaluasi Kinerja Kecamatan, Rumbai Masuk Nominasi -- selengkapnya... Jadwal Pengambilan BST Tahap 7 Bulan Oktober Bagi Warga di Kecamatan Rumbai -- selengkapnya... Camat Rumbai, Koramil, Kapolek Gelar Aksi Pembagian 1000 Masker, Guna Memerangi Pandemi COVID-19 -- selengkapnya... Santi Setyaningsih Salah Satu Kandidat Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Asal Rumbai -- selengkapnya... Walikota Pekanbaru Siap Berlakukan PSBM Dalam Waktu Dekat. Apa itu PSBM? -- selengkapnya... "Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang, tapi tanda untuk berjuang lebih keras. Selamat ulang tahun ke-75 untuk rakyat Indonesia." Kementerian Dalam Negeri Setujui Pemekaran Rumbai Menjadi Tiga Kecamatan -- selengkapnya... Penyerahan Paket Sembako dan Paket Sekolah dari Rumah Yatim Pekanbaru -- selengkapnya... Pemaparan Capaian Kinerja Perangkat Daerah oleh Kepala Perangkat Daerah Kota Pekanbaru -- selengkapnya... Oblrolan Inovasi Aparatur Perangkat Daerah Kota Pekanbaru (SiAPP) LIVE on Instagram -- selengkapnya... Sekitar 800 keping e-KTP Kecamatan Rumbai bakal diantar lewat POS dan dikirim ke Kelurahan -- selengkapnya... Layanan Kartu Keluarga, e-KTP dan Akta Kelahiran/Kematian dilakukan secara Online, ini petunjuknya -- selengkapnya... Camat Rumbai Lewat Program Geser Seru Salurkan Bantuan Bagi Terdampak Covid-19 -- selengkapnya...

INFO TERKINI

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Gunakan Sistem Daring Untuk Siswa

01 April 2020 13:39:57  Administrator  781 Kali Dibaca  Pemko
Ujian Nasional (UN) ditiadakan pada tahun ini, karena wabah Covid-19 menjadi ancaman di Indonesia. Selain peniadaan UN, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan ujian kenaikan kelas juga ditiadakan tahun ini. 
 
Jamal menyebut, sudah ada aturan dan petunjuk teknis (Juknis) terkait peniadaan UAS dan ujian kenaikan kelas dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. 
 
"Selain UN, untuk UAS dan ujian kenaikan kelas juga ditiadakan melihat perkembangan virus corona ini. Karena dalam edaran kemendikbud tidak dibolehkan yang sifatnya mengumpulkan siswa," kata Jamal, Rabu (1/4/2020). 
 
Ditiadakan UAS dan ujian kenaikan kelas nantinya dapat diganti dengan menggunakan sistem daring atau E learning yang menggunakan sistem online. Dengan demikian tidak diperlukan tatap muka atau berkumpul disuatu tempat untuk pelaksanaan ujian. 
 
Selain itu, dikatakan Jamal, ada pengganti nilai ujian. Untuk UAS dapat diambil dari semester awal hingga akhir, sementara untuk penilaian ujian kenaikan kelas dapat diambil dari nilai satu semester sebelumnya. 
 
"Ini pentingnya penanganan covid-19 dibandingkan dengan pendidikan. Kita kan sudah pakai daring sudah kita evaluasi, dan kita tetapkan lanjut kan pembelajaran ini selama siswa dirumahkan saat ini," jelasnya
 
Ditegaskan Jamal, melihat kondisi saat ini, penerapan pendidikan tidak mesti sesuai dengan target kurikulum. Nilai dapat diambil dari penugasan prakarya anak, misalnya tentang Covid-19 yang sifatnya tidak memberatkan anak.
 
"Disiapkan berbagai opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa, salah satunya dengan nilai kumulatif dalam rapor," kata Huda dalam keterangan tertulis.

Opsi lain yang sebenarnya juga muncul adalah pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Namun, Huda mengatakan opsi ini hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan.

Jika USBN daring tak dapat dilakukan, maka opsi terakhir adalah metode kelulusan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah. Kelulusan siswa SMP dan SMA akan ditentukan nilai mereka selama tiga tahun belajar.

"Untuk siswa SD, kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif selama enam tahun mereka belajar," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Jadi, kata Huda, nantinya pihak sekolah yang akan menimbang nilai kumulatif dari rapor untuk menentukan kelulusan siswa. Nilai yang dihitung tak hanya nilai akademik, tetapi juga ekstra kurikuler.

"Semua kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor," ucap Huda.

Peniadaan UN dan opsi-opsi ini dibicarakan dalam rapat konsultasi virtual antara Komisi X DPR dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim dan jajaran Kemendikbud yang berlangsung kemarin, Senin, 23 Maret 2020.

Huda mengklaim, semua pihak sepakat untuk meniadakan ujian nasional. UN SMA sedianya digelar pekan depan. Sedangkan UN SMP dan SD tadinya harus dijadwalkan paling lambat April mendatang. Namun, penyebaran Covid-19 diprediksi akan terus berlangsung hingga April.

"Jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah Covid-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan," kata Huda.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Layanan Masyarakat Rumbai

    Silahkan datang ke-kecamatan untuk mendapatkan kode PIN Anda atau hubungi operator +6282384400377/WA

Arsip Artikel

Sinergi Program Rumbai

Vemi Herliza S.STP sebagai Camat Rumbai PNS Inspiratif Tahun 2020 mendapatkan Anugerah ASN PNS Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru Riau
Inovasi Lomak ngga bikin ribet kecamatan rumbai kota pekanbaru tahun 2020
Juara 1 Lomba Evaluasi Kinerja Kecamatan Terbaik se Kota Pekanbaru
pasien covid-19 dapat disembuhkan bangkitkan imun tubuh untuk melawan virus corona
Aplikasi Lapor (layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat) Kecamatna rumbai kota pekanbaru

Agenda Kecamatan Rumbai

Galeri Kecamatan Rumbai

Info Media Sosial Rumbai

Komentar Terkini